Perbedaan Antara Kontrak Berjangka Konvensional dan Kontrak Berjangka Perpetual
Banyak pemula yang baru bergabung dengan industri kripto merasa sulit untuk membedakan futures reguler (juga dikenal sebagai kontrak pengiriman) dari futures perpetual. Selain itu, investor baru juga sering bingung apakah mereka harus memilih futures reguler atau futures perpetual. Hari ini, kami akan memberitahu Anda semua tentang perbedaan antara keduanya.
Pertama-tama, kontrak futures konvensional adalah objek perdagangan atau aset dasar dari perdagangan futures. Mereka adalah kontrak standar yang disusun secara seragam oleh bursa futures. Kontrak futures konvensional menetapkan pengiriman komoditas fisik atau keuangan dalam jumlah dan kualitas yang ditentukan. Misalnya, menurut aturan Chicago Board of Trade, unit perdagangan kontrak futures gandum adalah 5.000 bushel. Jika seorang pedagang membeli kontrak futures gandum, dia akan mendapatkan 5.000 bushel gandum pada tanggal jatuh tempo yang ditentukan.
Kontrak futures perpetual adalah jenis derivatif kripto yang menyerupai kontrak futures konvensional. Pasar futures perpetual mirip dengan pasar spot bermargin, dan harga futures perpetual dipatok ke harga spot aset dasar melalui tingkat pendanaan. Dibandingkan dengan kontrak futures konvensional, fitur paling menonjol dari futures perpetual adalah tidak ada tanggal pengiriman atau penyelesaian, dan pedagang dapat mempertahankan posisi tanpa batas waktu. Berikut contohnya: misalkan seorang pedagang memulai posisi di pasar kontrak linear BTC/USDT di bursa kripto, dia bisa mempertahankan posisi tersebut selamanya kecuali jika dilikuidasi atau jika dia memilih untuk menutup posisi secara manual. Pedagang tidak dibatasi oleh tanggal pengiriman apa pun.
:quality(80)/2022-06-16/97FD8CC050C8B1FF70C33A108415CFEC.png)
Perbedaan antara futures perpetual dan futures konvensional
Perbedaan utama antara futures perpetual dan futures konvensional meliputi:
1. Aset dasar yang berbeda
Aset dasar dari sebagian besar kontrak futures konvensional adalah komoditas fisik atau aset keuangan, seperti kedelai, minyak, saham, dan obligasi. Ketika memperdagangkan kontrak futures perpetual, aset dasar utamanya adalah cryptocurrency. Misalnya, aset dasar kontrak linear termasuk BTC/USDT, ETH/USDT, dll.
2. Jam perdagangan yang berbeda
Jam perdagangan kontrak futures konvensional, yang ditentukan oleh bursa futures, biasanya 9 jam sehari, dengan pengiriman/penyelesaian bulanan, triwulanan, atau tahunan. Kontrak futures perpetual, di sisi lain, dapat diperdagangkan 24/7, dan pengguna dapat memperdagangkan futures perpetual di bursa kripto kapan saja. Selain itu, tidak ada tanggal pengiriman/penyelesaian untuk futures perpetual.
3. Mekanisme yang berbeda
Kontrak futures konvensional sering menggunakan mekanisme clawback, yang berarti bahwa semua pedagang yang telah memperoleh keuntungan harus membayar biaya clawback untuk menanggung kerugian kebangkrutan ketika beberapa pedagang gagal melikuidasi posisi mereka tepat waktu karena gejolak harga yang ekstrem dan margin mereka tidak dapat menutupi kerugian. Kontrak futures perpetual, di sisi lain, sering mengadopsi mekanisme yang disebut Auto-deleveraging (ADL), yang mengurangi posisi lawan untuk meminimalkan risiko pasar. Perlu dicatat bahwa CoinEx Futures memperkenalkan beberapa mekanisme, meliputi Dana Asuransi dan ADL, dan Dana Asuransi memastikan bahwa tidak ada clawback yang diperlukan jika terjadi posisi bangkrut.
4. Harga kontrak futures perpetual sering terikat erat dengan harga spot
Tidak seperti kontrak futures konvensional, yang mungkin menyimpang dari harga spot aset dasarnya, kontrak perpetual biasanya terikat erat dengan harga aset dasar yang mereka lacak. Dengan kata lain, harga kontrak futures perpetual terikat erat dengan harga spot.
Karena kontrak perpetual dipatok ke harga spot, mereka jarang mengalami likuidasi paksa karena manipulasi pasar yang berbahaya. Kontrak futures konvensional, bagaimanapun, lebih rentan terhadap risiko semacam itu. Selain itu, harga kontrak futures konvensional biasanya sama dengan harga buku pesanan bursa, yang berarti bahwa itu dipengaruhi oleh "harga penawaran terbaik" dan "harga permintaan terbaik".
Perlu dicatat bahwa CoinEx mengadopsi mekanisme harga unik yang disebut Harga Mark (ditentukan oleh harga futures di bursa utama) untuk meminimalkan perbedaan harga. Sementara itu, bursa juga menggunakan mekanisme Tingkat Pendanaan untuk memastikan bahwa harga futures tetap kurang lebih sama dengan harga spot.
Meski demikian, jenis futures apa yang harus dipilih oleh pemula? Kami menyarankan pemula untuk memulai dari kontrak futures perpetual. Pertama, kontrak perpetual tidak memiliki tanggal kadaluarsa, dan pengguna dapat mempertahankan posisi mereka tanpa batas waktu. Kedua, pedagang kontrak perpetual dapat secara fleksibel menyesuaikan rasio leverage. Misalnya, CoinEx Futures menyediakan leverage hingga 100X, dan pengguna bebas menyesuaikan rasio sesuai keinginan mereka setelah membuka posisi. Sambil menawarkan perlindungan risiko yang fleksibel, CoinEx juga memungkinkan pengalaman perdagangan yang optimal.